Setelah Kurang Lebih Tiga Tahun Pimpinan PTA Jayapura Naik Gunung Paniai (Pengawasan Reguler dan Pembinaan ASN PA. Paniai)

               Sebagai salah satu Pengadilan Agama di pedalaman Papua yang terklasifikasi sebagai daerah konflik dan terpencil dengan kondisi daerah yang jauh dari tekhnologi informasi, biaya mahal serta tingkat keamanan masyarakat yang rendah, kurang lebih tiga tahun setelah dibangun dan beroperasi PA. Paniai belum pernah di jenguk oleh Pimpinan PTA Jayapura yang mewilayahi yuridiksi Propinsi Papua dan Papua Barat tersebut. Setelah sembilan jam perjalanan darat dari Kabupaten Nabire yang melalui medan jalan yang berat yang memiliki 98 jembatan dan 30% jalan yang masih rusak, akhirnya pada Rabu, 27 Maret 2019 PA. Paniai kedatangan Tim Pembina dan Pengawas PTA Jayapura, yang kali ini rombongan di pimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Drs. H. A. Razak Pellu, S. H., M.H., didampingi oleh Drs. H. Damsir, S.H., M.H., (Hakim Tinggi), dan Taharuddin S, S.H., M.H., (Kabag Kepegawaian), berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Nomor : W25-A/282/PS.01/3/2019 tanggal 13 Maret 2019.

               Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura mengucapkan terimakasih atas sambutan untuk timnya di PA Paniai. “kami berada disini untuk pembinaan bukan mencari-cari kesalahan, sehingga nanti perubahan yang lebih baik untuk lembaga peradilan kita dibawah Mahkamah Agung RI” ucap Hakim Tinggi PTA Jayapura tersebut. Selain itu beliau menyampaikan bahwa Mahkamah Agung tidak hanya memperhatikan PA. Paniai atau Pengadilan Agama di wilayah PTA Jayapura saja, sehingga keluhan-keluhan yang ada di PA. Paniai harus dijadikan sebagai ujian tanggung jawab untuk memacu kita mengabdi kepada bangsa dan Negara. Dalam Manajemen peradilan beliau juga menyampaikan bahwa ASN harus patuh dan taat kepada atasan masing-masing sesuai dengan struktur organisasi yang ada serta tidak jalan sendiri-sendiri sehingga membuat berantakan manajemen organisasi di PA. Paniai, dan Wakil Ketua sebagai pucuk pimpinan di PA. Paniai harus memberikan pembinaan kepada anak buahnya sekali dalam sebulan disertai dokumentasi sebagai bukti. Di akhir sambutannya beliau mengingatkan agar seluruh Pegawai PA. Paniai sebagai penegak hukum dapat menjaga harkat dan martabat Mahkamah Agung.

               Pada ekspose hasil pelaksanaan yang dihadiri oleh seluruh aparatur PA. Paniai dibuka oleh Abdul Hakim, S.Ag., S.H., Wakil Ketua PA. Paniai Terdapat dua sasaran dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan pada PA. Paniai tersebut yaitu pada administrasi perkara dan administrasi umum yang berlangsung pada Kamis, 28 Maret 2019.. Informasi dalam rangka pembinaan yaitu menjaga hasil yang telah dilaksanakan dalam APM serta penerapan PTSP, juga menjadi sajian kepada para aparatur PA. Paniai terkait dengan teknis yudisial peradilan. Salah satu yang menjadi perhatian yaitu bahasa BAS tidak sama dengan bahasa putusan. Sementara pada bidang non yudisial, pengelolaan perpustakaan dan barang milik negara harus diperhatikan.

              Pada akhir acara ekspose tersebut, Wakil Ketua PA. Paniai sembari menutup acara juga berjanji dan mengimbau ASN PA. Paniai, bahwa hasil dari pengawasan ini akan memiliki Follow up baik informasi serta hasil temuan pengawasan. sehingga menjadi penting sebagai bagian perbaikan dan menjaga prinsip tatakelola organisasi dan menjaga pelayanan bagi masyarakat tetap prima. (husnul) .  

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

3 1 6 0 2
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
60
59
31602
0
2551
3084
31602
IP Anda : 3.85.10.62
2019-06-18 22:14